Jakarta – Stroke hingga kini masih menempati urutan atas sebagai salah satu pemicu kematian terbesar di tingkat global. Kendati demikian, ancaman penyakit ini dapat ditekan melalui konsumsi makanan sehat dalam menu harian.
Secara medis, stroke terjadi ketika pasokan darah yang mengalir menuju otak mengalami hambatan, sehingga sel-sel di otak kekurangan oksigen dan nutrisi penting. Guna meminimalkan risikonya, masyarakat dianjurkan menerapkan gaya hidup bersih, berolahraga secara teratur, serta menjaga stabilitas tekanan darah.
Di luar aspek tersebut, pengaturan pola makan memegang peranan krusial dalam menekan potensi serangan stroke. Pakar nutrisi Vanessa King, M.S., RDN, menjelaskan bahwa adopsi pola makan khas Mediterania—yang melimpah akan minyak zaitun, biji-bijian utuh, buah segar, sayuran, hingga kacang-kacangan—terbukti efektif menurunkan risiko stroke hingga 40% pada individu kelompok rentan.
Menyadur laporan dari Eating Well (18/07/2026), berikut adalah sajian makanan yang disarankan oleh pakar nutrisi guna memelihara kesehatan organ otak dan kelancaran pembuluh darah:
1. Ikan Berlemak (Salmon, Tuna, dan Makarel)

Ikan berlemak tinggi seperti salmon menempati urutan teratas sebagai makanan ideal penunjang fungsi otak. Sejumlah riset membuktikan bahwa rutin mengonsumsi ikan yang kaya akan asam lemak omega-3—seperti salmon, tuna, serta makarel—efektif menekan risiko terjadinya serangan stroke.
Vanessa King memaparkan bahwa porsi tiga ons (sekitar 85 gram) olahan salmon matang sudah mencukupi kebutuhan harian vitamin B6 dan B12 tubuh.
“Asupan vitamin B6 dan B12 berperan penting dalam mengontrol serta menurunkan kadar asam amino homosistein di dalam darah, yang dikenal sebagai salah satu pemicu utama stroke,” jelasnya. Untuk mempertahankan keutuhan nutrisinya, salmon sangat disarankan diolah dengan cara dipanggang, dibakar, atau dijadikan toping salad segar.
2. Kopi

Bagi para penikmat kopi, hal ini tentu menjadi angin segar. Pakar nutrisi Amy Brownstein, M.S., RDN, menegaskan bahwa kebiasaan minum kopi sejatinya tidak perlu dihentikan selama dikonsumsi dalam batas wajar.
Ia menjelaskan bahwa khasiat kopi tidak semata-mata berasal dari kafein, melainkan juga dari tingginya kandungan polifenol, salah satunya asam klorogenat. “Senyawa antioksidan ini memiliki potensi besar dalam membantu mengontrol dan menurunkan tekanan darah,” ungkap Brownstein.
Meski demikian, ia memberi catatan penting agar tidak menambahkan gula secara berlebihan ke dalam seduhan kopi. Peningkatan asupan gula tambahan berisiko memicu beragam gangguan kesehatan kronis, termasuk stroke.
3. Bayam

Bayam sudah lama dikenal sebagai sayuran kaya nutrisi, namun belum banyak yang tahu bahwa manfaatnya juga mencakup perlindungan kesehatan otak. Cukup dengan mengonsumsi setengah cangkir atau sekitar 30 gram bayam matang, tubuh sudah bisa mendapatkan asupan folat dan magnesium yang sangat dibutuhkan.
Pakar nutrisi Vanessa King memaparkan bahwa kedua nutrisi ini memegang peranan penting dalam menekan risiko stroke. Berdasarkan serangkaian penelitian, konsumsi folat dalam jumlah tinggi terbukti berkorelasi dengan penurunan risiko terkena serangan stroke hingga 17%.
Begitu pula dengan magnesium; tingkat asupan yang lebih tinggi terbukti berhubungan erat dengan penurunan potensi stroke. Untuk penyajiannya, bayam sangat lezat ditumis menggunakan minyak zaitun, dicampurkan ke dalam olahan sup, atau dimasak menjadi sayur bening yang menyegarkan.
4. Kacang Arab (Chickpeas)

Kacang Arab atau chickpeas merupakan salah satu opsi bahan pangan kaya gizi yang sangat fleksibel untuk diolah. Selain menjadi sumber serat dan protein nabati yang melimpah, jenis kacang-kacangan ini juga menyimpan kandungan vitamin B6 yang efektif membantu menekan kadar homosistein dalam darah.
Vanessa King menjelaskan bahwa dengan mengonsumsi satu cangkir chickpeas, tubuh sudah mendapatkan pemenuhan sekitar 10% dari total kebutuhan harian vitamin B6. Apalagi, dengan banyaknya produk siap saji yang tersedia di pasaran, kacang Arab sangat praktis untuk dicampurkan ke berbagai sajian harian seperti salad, olahan kari, semur, maupun dijadikan camilan sehat.
Profil nutrisinya yang lengkap menjadikan kacang Arab sebagai pilihan tepat untuk menunjang kesehatan sistem kardiovaskular dan kelancaran pembuluh darah.
5. Olahan Kedelai (Tahu, Tempe, dan Edamame)

Siapa sangka, bahan makanan terjangkau seperti tahu dan tempe ternyata sangat disarankan untuk menekan risiko serangan stroke. Produk berbahan dasar kedelai—termasuk edamame—terbukti efektif dalam menjaga kesehatan fungsi jantung sekaligus organ otak.
Amy Brownstein menerangkan bahwa protein yang terkandung di dalam kedelai mampu membantu menurunkan tekanan darah. “Kedelai secara alami memiliki kadar lemak yang rendah. Selain itu, kandungan fitoestrogen dan isoflavon di dalamnya diyakini dapat membantu melebarkan serta merelaksasi pembuluh darah, sehingga tekanan darah menjadi lebih stabil,” terangnya.
Menurut Brownstein, khasiat ini bisa didapatkan melalui kebiasaan sederhana, seperti mengganti satu porsi menu olahan daging dengan makanan berbasis kedelai setiap minggunya.

